Twitter
LinkedIn
YouTube
Facebook

Gunung Salak

Gunung Salak, dilihat dari arah Bogor. Sumber foto: id.wikipedia.org

Gunung Salak mempunyai tujuh puncak. Hanya dua puncak yang sering didaki, yaitu Puncak Gunung Salak I (Puncak I) dengan ketinggian 2800 mdpl dan Puncak Gunung Salak II (Puncak II) dengan ketinggian 2211 mdpl. Gunung ini mempunyai medan pendakian yang menantang. Pendakian ini (foto-foto di atas) diadakan ketika saya duduk di kelas 3 SMA, tetapi tidak pernah bisa sampai ke puncaknya, karena medan mendekati puncak Gunung Salak sangat parah untuk dilewati, jalur bebatuan menyusuri sisi tebing yang sangat berbahaya. Jadi biasanya kami akan didirikan tenda di tempat yang kami rasa tidak mampu lagi untuk kami jalani, beristirahat beberapa jam untuk kemudian turun kembali. Gunung Salak adalah gunung yang paling sering kami daki selain Gunung Gede, karena Gunung Salak biasanya medan yang cocok yang kami gunakan untuk diklat dan pelantikan anggota pencinta alam. Perbedaannya adalah kami tidak pernah sampai ke Puncak Gunung Salak, tetapi selalu sampai ke Puncak Gunung Gede. Jadi di Gunung Salak targetnya tidak pernah untuk mencapai puncak gunungnya, karena biasanya untuk tujuan diklat dan pelantikan anggota baru pencinta alam SMA kami, dengan tujuan akhir Kawah Ratu atau ke atas sedikit (jalan antara Shelter IV dan Shelter V).

Gunung Salak secara administatif termasuk pada beberapa kabupaten, antara lain Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Banten. Gunung ini mempunyai beberapa kawah, antara lain Kawah Ratu I, Kawah Ratu II, Kawah Paeh (kawah mati), dan Kawah Hurip (kawah hidup). Kawah Ratu I berada pada ketinggian 2211 mdpl, terletak di Kecamatan Pamijahan, dan Kawah Ratu II berada pada ketinggian 2100 terletak di Kecamatan Cibungbulang. Gunung ini sering dipakai untuk diklat para pencinta alam dan latihan militer.

Jalur Cangkuang
Jalur Cangkuang berada di Wana Wisata Cangkuang, Kecamatan Cidahu,  Kabupaten Sukabumi.  Jalur ini dapat digunakan untuk menuju Puncak Salak I dan Kawah Ratu. Wana Wisata Cangkuang Cidahu merupakan obyek wisata bumi perkemahan dengan pemandangan air terjun yang indah. Untuk sampai di Cangkuang, dari Bogor menuju Cicurug dengan bus jurusan Sukabumi. Dari Cicurug menuju Cidahu dapat ditempuh selama 30 menit dengan menggunakan minibus. Cidahu ke Cangkuang juga 30 menit.  Waktu tempuh menuju Kawah Ratu sekitar 5 jam, sedangkan untuk mencapai puncak Gunung Salak I diperlukan waktu kira-kira 11 jam.

Cangkuang ke Shelter I dapat ditempuh selama 1 jam, melalu medan bebatuan yang ditata rapi, hutan tropis yang lebat, dan medan yang bervariasi. Dari Shelter I menuju Shelter II dapat ditempuh selama 1 jam, melewati hutan dan sungai kecil. Di Shelter II terdapat tempat yang cukup luas. Di dekat Shelter II ini terdapat sungai yang kering pada saat musim kemarau. Dari Shelter II menuju Shelter III dapat ditempuh selama 1 jam. Shelter III memiliki tempat yang luas, dan terdapat sungai yang jernih. Di tempat ini pendaki dapat mendirikan tenda.

Perjalanan dari Shelter III menuju Shelter IV dapat ditempuh selama 1 jam, melewati dua buah sungai yang jernih airnya. Kami biasanya akan mengisi air bawaan kami disini, karena sungai ini merupakan sumber air bersih terakhir, terutama di musim kemarau. Shelter IV merupakan persimpangan jalan. Jalur ke kiri menuju ke Kawah Ratu, sedangkan jalur kanan menuju ke Punacak Gunung Salak I. Di Shelter IV kami mendirikan tenda. Di sebelah kanan shelter IV terdapat sungai kecil yang kering di musim kemarau.

Untuk ke Kawah Ratu diperlukan waktu 1 jam perjalanan. Kawah Ratu termasuk kawah aktif yang secara berkala mengeluarkan gas berbau belerang. Kami harus selalu berhati-hati dalam melakukan perjalanan di kawasan kawah, karena di kiri-kanan sering terjadi letupan-letupan kecil yang bersuhu sangat panas. Di Kawah Ratu terdapat sungai dengan batu-batuan belerang yang menghasilkan panas. Air yang mengalir terasa hangat, namun ada juga yang sangat panas. Banyak pendaki/wisatawan datang ke tempat ini untuk mandi dan melumuri badan dengan belerang untuk menghilangkan penyakit kulit, memutihkan badan, serta memulihkan kebugaran tubuh setelah lelah berjalan.

Untuk menuju Puncak Salak I, dari Shelter IV menuju Shelter V dapat ditempuh dalam 2 jam. Di Shelter IV belok ke kanan. Setelah melewati sungai kecil akan bertemu jalur lama di sebuah tempat yang agak luas. Biasanya kegiatan kami di Gunung Salak hanya sampai di jalur ini karena cocok sebagai tempat yang nyaman untuk mendirikan tenda untuk beristirahat. Mengingat perjalanan selanjutnya cukup parah. Bila dilanjutkan perjalanan menuju puncak adalah berjalan ke kiri mengikuti pagar kawat berduri. Jalur agak landai menyusuri punggung gunung yang becek dan diselimuti hutan lebat. Sisi kiri-kanan jalur ini banyak ditumbuhi pandan yang daunnya berduri tajam menghalangi jalan.
Setelah melintasi rawa-rawa maka jalur akan semakin curam, melewati akar-akar pohon dan bebatuan menyusur sisi tebing yang sangat berbahaya. Jalur bervariasi, kadang menurun, landai dan kadang juga tanjakan terjal.

Dari shelter V menuju Shelter VI dapat ditempuh selama 1 jam. Dari Shelter VI, Kawah Ratu sudah dapat dilihat dengan sangat jelas. Dari sini bau belerang sudah mulai tercium. Shelter VI tempatnya sempit, hanya dapat digunakan untuk mendirikan 1 buah tenda kecil. Sisi kanan shelter merupakan jurang yang curam.

Perjalanan dari Shelter VI menuju Shelter VII dapat ditempuh selama 1 jam, melalui medan yang menanjak, menyusuri punggungan di antara akar-akar pohon, memanjat tebing batu yang curam. Kedua tangan harus mencari pegangan batu. Di Shelter VII ada tempat yang cukup luas untuk mendirikan beberapa tenda.

Perjalanan dari Shelter VII menuju Shelter VIII dapat ditempuh selama 1 jam, melalu medan yang curam dan berbahaya, dengan jalur yang sempit dan tidak ada tempat untuk istirahat. Dari Shelter VIII menuju Shelter IX dapat ditempuh selama 1 jam, sementara dari Shelter IX ke puncak butuh waktu 30 menit. Puncak Gunung Salak I masih banyak ditumbuhi pohon-pohon besar. Tempat ini cukup luas untuk mendirikan beberapa tenda.

Jalur Pasir Reungit
Jalur Pasir Rengit berada di dekat Wana Wisata bumi perkemahan Gunung Bunder, di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Jaraknya dari Wana Wisata itu beberapa kilometer saja. Jalur ini dapat digunakan untuk menuju Kawah Ratu dan Puncak Salak I. Wana Wisata Gunung Bunder merupakan obyek wisata bumi perkemahan dengan pemandangan air terjun yang indah. Di dekat Wana Wisata itu terdapat beberapa air tejun seperti Curug Ngumpet, Curug Sewu (Seribu), Curug Cigamea, yang letaknya dari satu tempat ke tempat lainnya hanya beberapa kilometer saja. Dari Curug Ngumpet dan Curug Sewu ada jalur pendakian menuju Puncak Salak I dengan terlebih dahulu melewati Kawah Ratu. Kebanyakan pendaki lebih melewati Curug Ngumpet. Untuk sampai di Wana Wisata Gunung Bunder, dari Bogor menuju Cibatok dengan angkot dari Stasiun Kereta Bogor jurusan Lewiliang. Dari Cibatok menuju Wana Wisata Gunung Bunder ada angkot, namun terkadang angkotnya tidak sampai ke sana, karena memang jaraknya cukup jauh. Cibatok – Wana Wisata Gunung Bunder bila naik angkot kira-kira 3 jam. Biasanya bila penumpangnya sedikit yang ke Wana Wisata tersebut, sebelum sampai ke Wana Wisata tersebut angkot akan memutar balik untuk kembali ke Cibatok. Sebenarnya supir berharap agar angkot dicarter untuk bisa ke Wana Wisata Gunung Bunder, atau ke Curug Ngumpet di Pasir Reungit (jalur pendakian ke Puncak Salak I). Waktu yang ditempuh dari Curug Ngumpet menuju Kawah Ratu sekitar 2 jam. Kemudian dari Kawah Ratu kita harus menuju Shelter IV (pertemuan jalur Cangkuang, seperti dibahas di atas) untuk menuju Puncak Salak I. Dari Kawah Ratu ke Shelter IV bisa ditempuh kira-kira 30 menit.

Jalur Curug Nangka
Untuk mencapai Puncak II dapat menggunakan jalur Curug Nangka. Untuk sampai Curug Nangka (Ciapus) kita bisa naik angkot dari Ramayana Bogor, jurusan Curug Nangka (Cunang). Kadang kala angkot masih terus sampai ke jurusan Curug Luhur. Dua tempat ini terkenang dengan air terjun yang banyak didatangi wisatawan pada hari libur. Setelah turun dari angkot, di Curug Nangka, untuk sampai pintu masuk, harus berjalan kaki selama 45 menit.

Di curug Nangka

Dari pintu masuk sampai objek wisata Curug Nangka dapat ditempuh selama 15 menit. Disini kami menyiapkan perbekalan air karena selama perjalanan ke Puncak II, air sulit untuk didapatkan. Perjalanan dari Curug Nangka menuju puncak dapat ditempuh selama 6 jam melalui hutan lebat dan jalur yang terjal yang kadang bertebing-tebing. Kami biasanya tidak akan melanjutkan perjalanan ketika bertemu jalur dengan tebing yang terjal. Kami akan mencari tempat yang cocok untuk mendirikan tenda. Bila berhasil sampai ke Puncak II, daerahnya berupa tempat datar yang di tengahnya ada tugu dengan tulisan Pilar Salak. Di situ pemandangan di bawah tidak terlihat pemandangan, karena puncak itu tertutup pohon-pohon yang tinggi dan lebat. Dari Puncak II ke Puncak I harus melewati beberapa jurang dan lembah dengan jalur yang cukup menantang. Jalur Curug Nangka seringkali dilewati para pendaki dari Mapala UI dan Wanadri yang ingin mencapi Puncak Salak II.


10 Responses to “Gunung Salak”

  1. da coba jalur Cimelati gan? Teman2 gw banyak yang nyampe puncak koq…
    Sayangnya gw ga ada niat tuk ke Salak karena jalurnya yang parah abis… 😀

  2. bosimanurung says:

    kebetulan gw belum pernah lewat jalur itu…
    kalo gak salah jalur itu sering kita akan temui banyak sekali tempat2 pesugihan…
    jadi males utk lewati jalur2 yg sperti itu…
    memang banyak yg sampe puncak sih lewat jalur itu…
    sya juga gak pernah ada niat tuk sampe puncak gunung itu…
    soalnya semakin mendekati puncaknya yg saya rasakan hawa mistisnya semakin tinggi… selain yg jalurnya memang mengerikan…
    keliatannya sudah banyak juga gunung yg didaki ya…?
    masih suka daki ? :-)

  3. tanto exispal says:

    halo pak bos, apa kabar neh ? gimana kabar ?? maen-maen dong ke 24 ???

  4. bleg42 says:

    tanggal 4/07 /09 kalo jadi mau daki salak “doa-kan saya”

  5. jarang gan
    paling setahun sekali itupun pas liburan lebaran aja
    kebetulan baru balik dari Argopuro kemarn

  6. bosimanurung says:

    denger2 argopuro keren banget puncaknya ya..
    juga tetangganya yaitu rengganis..

  7. Noto says:

    Tahun 1983 saya pernah ke Puncak Salak II, puncaknya agak rimbun tidak seterbuka Salak I. kalau tidak salah lewat Warung Loa. Itu Curug Nangka kah?

Leave a Reply