Twitter
LinkedIn
YouTube
Facebook

Gunung Papandayan

Pagi yang cerah di sekitar gunung Papandayan

Perjalanan ini diadakan pada hari Jumat dan Sabtu, tanggal 15 dan 16 Juni 2012 bersama teman-teman dari team Kaskus OANC (Outdoor Adventure & Nature Club). Melihat waktu yang diumumkan di Facebook oleh kang Ndar mengenai rencana perjalanan tersebut, saya memutuskan untuk ikut karena waktunya cocok untuk saya dan memungkinkan untuk saya untuk pulang/tiba kembali di Cileungsi hari Sabtu malam, karena di hari Minggunya saya ada keperluan yang penting.

Perjalanan ini dilakukan dengan menggunakan angkutan umum, dengan menumpang bus dari terminal bus Kampung Rambutan menuju Garut. Dari terminal bus Garut, naik angkutan ke Cisurupan. Kemudian di Cisurapan, kami naik mobil bak terbuka ke Camp David, pos pendakian gunung Papandayan. Selain mobil bak terbuka, tersedia juga ojek yang bisa mengantarkan kita ke Camp David, yaitu pintu masuk pendakian gunung Papandayan. Dalam pendakian ke gunung Papandayan ini, selain tim yang menggunakan angkutan umum, ada juga tim Kaskus OANC yang menyewa mobil Elf.

Saya tiba di terminal bus Kampung Rambutan sekitar jam 9.30 malam. Suasana terminal Kampung Rambutan sangat ramai malam itu, dikarenakan akhir pekan banyak orang yang akan berpergian keluar kota. Teman-teman dari team Kaskus OANC belum banyak yang datang saat itu. Kami harus menunggu teman-teman yang lain, sebelum kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Garut dengan bus. Sambil menunggu teman-teman yang belum tiba, kami saling mengobrol dan bercerita tentang rencana perjalanan kami. Teman-teman dari Kaskus OANC rencananya akan menginap di Tegal Panjang, bukan di Pondok Salada maupun di Tegal Alun. Saya sendiri tidak akan menginap karena ada keperluan di hari Minggu pagi dan siang. Saya harus turun sendiri hari Sabtu siang atau sore. Istilah yang sering digunakan adalah tektok. Terkadang disebut dengan istilah tektokpala, yaitu tektok pencinta alam. :)

Akhirnya setelah cukup banyak teman-teman yang sudah datang, dan waktu sudah menunjukan cukup larut malam, khawatir kehabisan bus, maka kamipun mulai bergerak menuju Garut dengan menggunakan bus, sekitar jam 11.30 malam. Saya langsung tertidur untuk beristirahat karena sudah agak mengantuk karena kelelahan dari aktifitas hari itu.

Bus yang kami tumpangi akhirnya tiba di Garut sekitar jam 4.30 pagi, yang keadaanya masih cukup gelap saat itu. Kami semua akhirnya turun untuk beristirahat sejenak sambil menunggu ada angkot yang lewat untuk kami sewa menuju Cisurupan, jalan raya terakhir sebelum tiba di kaki gunung Papandayan Garut.

Angkutan-angkutan umum mulai ramai sekitar jam 5 pagi di sekitar terminal bus Garut. Kamipun akhirnya dapat menyewa mobil angkot yang kosong penumpang, untuk mengantar kami ke Cisurupan, dengan membayar ongkos dibagi rata semua teman-teman yang ikut di angkot tersebut. Mendekati Cisurupan, cahaya matahari mulai terlihat dan pemandangan pagi menuju Cisurupan sangatlah indah, karena sesekali melewati sawah-sawah milik penduduk. Semakin mendekati Cisurupan dan cahaya matahari semakin terang, pemandanganpun semakin indah, karena kami bisa menikmati pemandangan puncak gunung Cikuray di kiri jalan. :)

Sekitar jam 6.30 kami tiba di Cisurupan. Kamipun turun dan bertemu dengan teman-teman kami yang lain yang sudah tiba lebih dahulu disana menggunakan angkutan umum yang lain dan berasal dari kota yang lain di sekitar jawa barat, dari Bandung misalnya. Setelah kami beristirahat sejenak dan membeli barang-barang bawaan yang terlupakan, kami mulai bergerak menuju Camp David, pos pendakian gunung Papandayan Garut. Suasana pagi itu ramai pendaki yang ingin naik ke gunung Papandayan Garut. Jadi ada angkutan bak terbuka yang akan mengantar para pendaki ke Camp David, pos pendakian gunung Papandayan Garut. Akhirnya kamipun menyewa satu mobil bak terbuka tersebut dengan membayar ongkos dibagi rata semua teman-teman yang ikut di mobil tersebut. Berikut, di bawah ini, foto-foto perjalanan ke gunung Papandayan Garut yang saya abadikan, yang bisa menjadi referensi Anda bila suatu waktu Anda ingin mendaki gunung Papandayan Garut. :)

Di mobil, dari Cisurupan ke Camp David, membelakangi gunung Cikuray

Melewati team Kaskus OANC yang menyewa mobil elf dari Jakarta

Menikmati pemandangan pagi hari di Camp David, sambil sarapan pagi

Team mulai bergerak menuju kawah

Dengan menengok ke belakang, tampak di kejauhan, gunung Ciremai

Berfoto dahulu sejenak di sekitar kawah

Beristirahat sejenak di lawang angin, membelakangi gunung Cikuray

Setelah cukup beristirahat yang disertai canda gurau sesama pendaki di lawang angin, kami pun kembali bergerak. Tidak jauh dari lawang angin, kita akan bertemu pertigaan, ke kiri ke Pondok Salada, lurus ke Pangalengan (perkebunan teh), sedangkan ke kanan ke Tegal Panjang. Kami pun ambil arah kanan menuju Tegal Panjang yang akan melewati hutan lebat selama kira-kira 2 jam perjalanan. Sebelum memasuki hutan lebat, kami akan melewati area yang disebut Guberhut, suatu area hijau yang tidak terlalu luas yang cukup nyaman untuk tempat istirahat dan mendirikan tenda.

Dari lawang angin menuju Tegal Panjang setelah melewati Guberhut

Pos 1, setelah berjalan 1 jam lebih dari Lawang Angin

Setelah berjalan 1 jam dari pos 1, akhirnya tiba di Tegal Panjang

Tegal Panjang, keren banget, padang rumput di atas gunung

Tapi saya tidak bisa berlama-lama menikmati keindahan suasana Tegal Panjang, karena saya harus segera turun kembali ke Camp David, untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Cileungsi karena keperluan yang sangat penting. Beruntung, setelah turun dari gunung Papandayan, pada hari Sabtu malam itu di Garut, setelah turun dari gunung Papandayan, saya masih dapat angkutan umum menuju Cileunyi, Bandung, sebelum melanjutkan perjalanan dengan bus ke Jakarta, karena di Garut sekitar jam 8 malam, bus-bus yang menuju Jakarta sudah tidak ada malam itu. Kalau saja tidak ada keperluan penting esok harinya, saya pasti akan membawa tenda dan bermalam di Tegal Panjang atau di Pondok Salada yang bertabur bintang di malam yang cerah, yang sangat banyak dan dekat, seperti melihat sebuah galaxi saja.

Kalau Anda sendiri, apakah Anda akan menginap bila mendaki gunung Papandayan ? :)

Selamat mencoba, jangan buang sampah sembarangan, dan cintailah alam Indonesia.


Leave a Reply