Twitter
LinkedIn
YouTube
Facebook

Gunung Gede

Gunung Gede dilihat dari daerah Sukabumi. Sumber foto: id.wikipedia.org

Gunung Gede merupakan sebuah gunung yang berada di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Gede berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango, yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun 1980. Gunung ini berada di wilayah tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi, dengan ketinggian 1.000 – 3.000 m. dpl, dan berada pada lintang 106°51′ – 107°02′ BT dan 64°1′ – 65°1 LS. Suhu rata-rata di puncak gunung Gede 18 °C dan di malam hari suhu puncak berkisar 5 °C, dengan curah hujan rata-rata 3.600 mm/tahun. Gerbang utama menuju gunung ini adalah dari Cibodas dan Cipanas. (sumber: id.wikipedia.org)

Ini adalah pendakian ketika saya naik kelas 3 di pertengahan tahun 91, pas liburan sekolah. Foto di atas adalah saat kami baru saja tiba di alun-alun Surya Kencana setelah pendakian malam kami lewat jalur gunung putri, Cipanas. Saya yang berdiri paling kanan yg rambutnya kriting gondrong persis seperti bunga edelweis. Pesertanya kebanyakan anak-anak yang seangkatan dengan saya, selain mantan ketua pencinta alam (Exispal SMA 24) yang baru jadi alumni, yang baru saja lulus SMA  (ke-4 dari kanan) bernama Sofyan, setelah menggantikan ketua yang sebelumnya lagi, yang mengambil gambar (foto) yang bernama Gita Sutikna.

Pendakiannya diadakan saat liburan sekolah bulan juni-juli, makanya anak-anak perempuan yang di foto ini bisa ikut, yang biasanya tidak pernah diizinkan orangtua mereka ketika belum libur panjang. Pesertanya sedikit, karena kebetulan rekan-rekan pencinta alam yang lainnya berhalangan karena ada keperluan lain, seperti ketua pencinta alam terpilih, yaitu teman sekelas saya sendiri (namanya Sofyan Yansen). Beberapa yang lain ada yang melakukan pendakian ke Merapi, Selamat, Merbabu dan Gunung Lawu.

Pendakian ke Gunung Gede adalah pendakian yang paling sering diadakan, karena jaraknya yang dekat, di sekitar puncak, dan tidak pernah menginap/camping melainkan jalan terus, meskipun malam, dan biayanya pun tidak banyak. Bagaimana tidak sering, bila dalam jangka waktu 4 atau 5 bulan tidak ada kegiatan pendakian, kami pasti mendaki Gunung Gede atau kembarannya yang lebih tinggi di sebelahnya persis, yaitu Gunung Pangrango, ataupun Gunung Salak di sekitar Bogor. Biasanya dilakukan hari sabtu atau minggu saja, kemudian pulang ke rumah, untuk istirahat agar hari seninnya bisa sekolah.

Jalur pendakian menuju puncak Gunung Gede ada banyak, seperti Cibodas, gunung putri Cipanas, Situgunung dan Salabintana yang terletak di daerah Sukabumi. Jalur yang pilih kali ini lewat jalur gunung putri Cipanas, bukan Citeureup. :-) Saya sendiri hanya pernah lewat jalur Cibodas dan gunung putri Cipanas, mengingat 2 jalur yang lain, jaraknya lebih jauh untuk bisa mencapai puncak Gunung Gede. Karena alasan-alasan ini jalur Cibodas dan Cipanas merupakan jalur yang paling sering dilewati oleh kebanyakan pendaki yang ingin mencapai puncak Gunung Gede.

Jalur gunung putri merupakan jalur tercepat menuju puncak Gunung Gede, khususnya alun-alun Suryakencana yang luas itu, yang kalau rata dan diaspal mungkin bisa dibuatkan landasan pesawat udara untuk mendarat dan terbang.  Jalur gunung putri bisa cepat sampai ke puncak, karena jaraknya yang lebih dekat namun lebih menanjak. Waktu yang ditempuh dari pos gunung putri untuk sampai alun-alun kira-kira 4 jam bila dengan jalan normal non stop. Dari alun-alun ke puncaknya kira-kira bisa ditempuh selama kira-kira 1 1/2 jam. Bandingkan perbedaannya dengan jalur Cibodas yang bisa mencapai waktu 8 jam untuk bisa mencapai puncak Gunung Gede.Perbedaannya antara lewat jalur gunung putri dengan jalur Cibodas adalah bila lewat gunung putri kita akan ketemu alun-alun terlebih dahulu baru ketemu jalur menuju puncaknya. Sedangkan jalur Cibodas akan ketemu puncaknya terlebih dahulu, baru turun ke bawah ke alun-alun Surya Kencana untuk berisirahat, makan, tidur sebelum melanjutkan perjalanan kembali.

Pendakian gunung Gede biasanya adalah pendakian satu hari saja tanpa menginap (karena gak akan betah nginap di gunung, kecuali terpaksa, karena bisa mati kedinginan disini, dan juga gunung adalah tempat tinggalnya hantu-hantu. :-) Menginap di gunung gede bisa juga dilakukan para pendaki yang ingin santai/tidak buru-buru karena punya banyak waktu dan bawa perlengkapan dan logistik yang banyak. Juga biasanya dilakukan para pendaki yang ingin mendaki 2 gunung sekaligus (Gede dan Pangrango), sehingga pastilah dibutuhkan istirahat yang cukup dulu sebelum melanjutkan pendakian ke puncak gunung yang lainnya.

Biasanya pendakian ke Gunung Gede akan mengejar sunrise.  Dari jalan raya Puncak,  Cipanas, ke dekat pos gunung putri ada angkutan, tapi sampai sore saja. Bila sudah kehabisan angkutan tersebut, terpaksa kita harus carter mobil kesana. Setelah sampai di sana, jalan menuju pos gunung putri, salah satu balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Setelah lapor dan menyelesaikan administrasi yang ada, sekaligus dokumen-dokumen yang diperlukan seperti surat kesehatan dan KTP/Kartu Pelajar, kami langsung bergerak. Kami tiba di pos gunung putri sudah tengah malam, karena kami berangkat dari sekolah kami di senayan sudah senja, ditambah jalur puncak yang macet. Karena ada teman kami yang perempuan yang ikut, maka kami akan mengikuti kemampuan mereka. Mereka jalan, kami jalan, mereka berhenti, ya kami berhenti. Supaya mereka terus berjalan, ya kami harus sering hibur mereka, dengan mengatakan sudah dekat koq, udah mau sampe nih, di atas KFC, ada tukang bakso dan sebagainya. Hehehe… :-).

Akhirnya kami tiba di alun-alun Surya Kencana kira-kira pukul 7. Dari alun-alun kami tidak bisa melihat sunrise, karena mataharinya ada di arah yang berbeda, yang tertutup badan puncak gunung yang ada di sebelah jalan di sepanjang alun-alun tersebut. Jadi bila ingin melihat sunrise, pendaki harus sudah sampai di puncak kira-kira pukul 5. Di alun-alun Surya Kencana kami beristirahat sejenak, masak untuk sarapan pagi kami. setelah kenyang, kami istirahat untuk membayar utang tidur kami, yang tidur-tidur ayam di perjalanan semalamnya karena ngantung yang luar biasa, karena kami memang tidak membawa tenda, ya kami harus terus melanjutkan perjalanan malam agar tidak mati kedinginan. Setelah sampai di alun-alunlah kami baru bisa tidur beberapa jam.

Di alun-alun Surya Kencana

Setelah kami cukup tidur, kamipun melanjutkan perjalanan kami menuju puncak, yang kemudian dilanjutkan untuk turun menuju Cibodas. Di sepanjang jalan yang panjang dan luas di alun-alun Surya Kencana kita bisa melihat bunga edelweis dimana-mana. Sayang sekali, kami tidak boleh mengambil edelweis disini, karena Taman Nasional Gunung Gede Pangrango melarang hal itu, dan biasanya akan ada pemeriksaan setiap pos kepada para pendaki yang baru turun dari puncak gunung. Kami harus terus melewati alun-alun Surya Kencana yang panjang dan luas tersebut sebelum bertemu dengan jalur yang ke puncak, yang ada di sebelah kanan kami. Di puncak Gunung Gede, kami berfoto dulu sejenak.

Di puncak gunung Gede

Setelah cukup beristirahat kami pun melanjutkan perjalanan kembali turun menuju Cibodas. Cuaca semakin dingin dimana kabut ada dimana-mana. Kami pun bergerak melewati jalan disepanjang puncak gunung gede yang berkabut menuju pos Kandang Badak.

Puncak gunung Gede yang berkabut tebal

Perjalanan turun menuju pos Kandang Badak dari puncak Gede, kira-kira ditempuh selama 1 jam bila tidak sering berhenti. Di pos Kandang Badak, kami beristirahat sejenak dan masak untuk makanan siang kami, karena waktu sudah lewat tengah hari, kira-kira pukul 1 siang. Setelah satu jam beristirahat dan sudah kenyang, kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju Cibodas. Perjalanan turun, biasanya akan lebih cepat ketimbang naik, namun tetap diperlukan kehati-hatian yang tehnik turun yang baik, karena kalo salah melangkah, ya bisa ciloko. 😀 Kami tidak bisa turun cepat, karena kami harus mengikuti gerak langkah teman-teman kami yang perempuan. Karena kami berjalan santai demi kebaikan semua, kami pun tiba menjelang senja di pos Cibodas. Setelah pemeriksaan apakah kami membawa bunga edelweis, kami diperbolehkan lewat untuk selanjutnya pulang ke rumah kami di Jakarta.


4 Responses to “Gunung Gede”

  1. katya says:

    emgnya klo mau jd pencinta alam hrus ikut pramuka??? enggak kan???

    • bosimanurung says:

      nggak juga…
      yg ikutan pramuka lalu jadi pecinta alam, ya gak apa2 juga…
      yg jadi pencinta alam, ikutan jadi pramuka, ya gak salah juga koq…
      sah2 aza…
      yg penting dlm hal kedua2nya perlu selalu jaga stamina, olahraga teratur, dan harus selalu siap fisik, mental, sewaktu ada kegiatan perjalanan ke alam bebas…
      dan ketika berada di alam bebas harus dekat dengan teman2 dan jangan memisahkan diri dari mereka seolah2 kita lebih mampu atau lebih hebat…
      karena bila hal itu terjadi, biasanya petaka sering kali menghampiri kita…
      kita harus menghormati alam dan mengikuti peraturan2 yg ada yg telah dibuat pengelola kawasan pengunungan misalnya…
      dan juga dari teori2 yg dipelajari selama pelatihan diberikan…
      dan jangan lupa ketika berada di alam bebas yg ganas, kita harus selalu mengandalkan yang di atas bukan kekuatan dan pikiran sendiri…
      jadi apakah untuk jadi pencinta alam harus ikut pramuka…?
      silakan diputuskan sendiri…
      he3x…

  2. may roberto says:

    Bosiii> hahahhahaha.
    gw juga ikut rasanya.. waktu itu semua istirahat lama di alun alun surken

    • bosimanurung says:

      Hallo May.. Sorry baru bales, baru sempet OL lgi di blog gw nih..
      Yup, bener.. Semua waktu itu istirahat lama di alun2 suryakencana..
      Kira2 kapan ya, ada smailing tour ke Gede lagi utk para alumni..? Hehehe…

Leave a Reply