Twitter
LinkedIn
YouTube
Facebook

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Dua puncak TNGGP. Sumber foto: id.wikipedia.org

Kawasan Gede-Pangrango juga dikenal sebagai salah satu tempat favorit dan tertua, bagi penelitian-penelitian tentang alam di Indonesia. Menurut catatan modern, orang pertama yang menginjakkan kaki di puncak Gede adalah Reinwardt, pendiri dan direktur pertama Kebun Raya Bogor, yang mendaki G. Gede pada April 1819. Ia meneliti dan menulis deskripsi vegetasi di bagian gunung yang lebih tinggi hingga ke puncak. Reinwardt sebetulnya juga menyebutkan, bahwa Horsfield telah mendaki gunung ini lebih dahulu daripadanya; akan tetapi catatan perjalanan Horsfield ini tidak dapat ditemukan. (sumber: id.wikipedia.org)

Ini adalah pendakian nostalgia ke Gunung Gede bersama teman-teman pencinta alam di SMA yaitu Exispal 24, dari berbagai angkatan, ketika saya masih kuliah di semester 6. Pendakiannya lewat Cibodas dan turun di gunung putri Cipanas. Beruntung waktu itu cuacanya cukup cerah, sehingga sunrise nya terlihat jelas.

Pendakian dimulai sudah lewat tengah malam dari Cibodas, dan waktu itu masa liburan, jadi gunung Gede penuh dengan para pendaki. Karena kurang afdol kalo mendaki Gunung Gede tidak bisa lihat sunrise, maka saya dengan beberapa teman saya yang seangkatan ngebut mengejar sunrise. Beruntung kami bisa tiba sekitar pukul 5 pagi, dan cuaca cukup cerah sehingga kami bisa mendapatkan pemandangan yang aduhai, yang keren-keren. :-)

Puncak Gnung Gede

Keindahan alam ketika menunggu sunrise dengan warna-warni yang indah dan kerajaan awan yang bermacam-macam bentuk, seperti di kejauhan ada yang berbentuk bebek yang sedang menyusuri kolam.

Kerajaan awan. Tampak di kejauhan awan berbentuk bebek

Akhirnya datang juga yang kami tunggu-tunggu, yaitu matahari yang terbit di ufuk timur, cantik sekali, dan muncul terlihatnya seperti telur ayam. Benar-benar tidak sia-sia perjalanan yang dikebut sejak pintu masuk Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Cibodas, selepas tengah malam. Rasa letih, lelah, lesu, hilang karena terbayar dengan indahnya matahari terbit pagi itu. :)

Sunrise yang baru muncul, yang seperti telur ayam

Matahari yang semakin meninggi dan semakin memancarkan cahayanya yang membuat keadaan sekitarnya menjadi lebih hangat dari yang sebelumnya sangat dingin. Itu pertanda untuk kami untuk melanjutkan aktifitas pagi itu, contohnya, untuk membuat sarapan pagi kami, sebelum beristirahat membayar utang tidur kami karena tidak tidur demi mencapai puncak gunung gede supaya dapat melihat matahari terbit yang sangat indah itu.

Matahari semakin meninggi dan memancarkan cahayanya

Setelah beristirahat sampai siang hari, kamipun terbangun untuk kembali menikmati makan siang kami, sebelum bersiap-siap turun ke pintu masuk Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Cibodas. Semoga di lain waktu saya bisa kembali mencoba mendaki gunung yang ada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini, yang akan selalu diingat dari masa lalu hingga waktu sekarang dan nanti. :)

Selamat mencoba, jangan buang sampah sembarangan, dan cintailah alam Indonesia.


Leave a Reply